Menelusuri Jejak Sejarah Kejayaan Agama Islam di Demak

image

Rekreasi ke pulau Bali, Malaysia, Singapura mungkin telah biasa bagi sebagian murid. Namun mengunjungi Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga yang hanya berjarak sekitar 30 Km dari kota Semarang, bisa jadi baru pertama kalinya. Padahal sangat penting memperkenalkan sejarah Masjid Demak yang sangat erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di pulau Jawa. Peranan dan jasa Walisongo khususnya Sunan Kalijogo sangat besar meng-Islam-kan masyarakat Jawa yang waktu itu menganut agama Hindu dan Budha. Artinya, jika hari ini kita mengenal dan memeluk agama Islam maka tak lepas dari jasa Walisongo.
Untuk itulah SD Islam Al-Azhar 25 mengadakan puncak tema berkunjung ke Masjid Agung Demak serta ziarah ke Makam Raden Fatah dan Sunan Kalijaga untuk murid kelas V .
Diawali wudhu dan sholat Dhuha sesampainya di Masjid Agung Demak. Sembari mereka mengagumi arsitektur masjid yang telah berdiri sejak abad ke-15. Terdapat empat buah tiang kayu raksasa (saka guru), yang dibuat oleh empat wali di antara Wali Songo. Saka sebelah tenggara adalah buatan Sunan Ampel, sebelah barat daya buatan Sunan Gunung Jati, sebelah barat laut buatan Sunan Bonang, sedang sebelah timur laut yang tidak terbuat dari satu buah kayu utuh melainkan disusun dari beberapa potong balok yang diikat menjadi satu (saka tatal), merupakan hasil karya dari Sunan Kalijaga.
Kemudian mereka diajak ziarah ke makam Raden Fatah yang merupakan pendiri Masjid Agung Demak bersama Walisongo. Setelah itu para murid menerima penjelasan dari Pengurus Takmir tentang sejarah Masjid Agung Demak. Dilanjut masuk ke Museum Masjid Agung Demak. Di sana banyak peninggalan sejarah yang mengagumkam diantaranya kitab suci Al-Qur’an 30 juz tulisan tangan serta bagian-bagian soko guru yang rusak (sokoguru Sunan Kalijaga, sokoguru Sunan Bonang, sokoguru Sunan Gunungjati, sokoguru Sunan Ampel)
Puas belajar di Masjid Agung Demak, perjalanan dilanjutkan ke Makam Sunan Kalijogo di desa Kadilangu Demak. Para murid diajak berdoa di depan makam Sunan Kalijaga yang dipimpin pak Achmad Mustholih Bishry. Setelah usai tak lupa mereka minum dari gentong peninggalan Sunan Kalijogo. Sebagai kenang-kenangan telah berkunjung ke makam Sunan Kalijogo, para murid pun foto bersama per-kelas. Kegiatan diakhiri dengan membeli sovenir yang berjajar rapi sepanjang jalan masuk/keluar kompleks makam. 
Semoga wisata religi ini mampu memperluas pengetahuan dan wawasan murid tentang sejarah penyebaran dan kejayaan agama Islam. Aamiin (Bu Tina)


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

INFORMASI
image

SD ISLAM AL AZHAR 25 SEMARANG

 

Terakreditasi A

Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Jawa Tengah

Nomor : 130/BAP-SM/X/2012

 

Berada di bawah Naungan :

YPI AL-FIKRI SEMARANG

Jl. W.R. Supratman Kav. 31-32

Semarang

 

Dan di bawah Pengawasan :

YPI AL-AZHAR JAKARTA

Kompleks Masjid Agung Al-Azhar

Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru 

Jakarta Selatan 12110

SUMBER BELAJAR
LINK
Copyright © 2018 Pusat Sumber Belajar 25 · All Rights Reserved